You are here: Home Info Buku Buku Ke 2 : The Heart Of 7 Awareness

Buku Ke 2 : The Heart Of 7 Awareness

E-mail Print PDF

Sample image

Suatu hari di surga, Tuhan sedang bingung dan memikirkan bagaimana caranya agar tidak diganggu manusia yang selalu banyak permintaan dan tuntutan. Di tengah kebingungan itu, Tuhan memanggil empat malaikat terbaiknya dan bertanya bagaimana caranya agar diri-Nya tidak ditemukan oleh manusia. Malaikat pertama berkata, "Tuhanku, kenapa Engkau tidak pergi saja ke sebuah gunung

yang tinggi di mana orang-orang belum tahu bahkan tidak berani ke sana, di sana Tuhan bisa santai dan tidak diganggu oleh mereka, Himalaya misalnya Tuhanku." Tuhan menjawab, "Itu dulu, sekarang mereka telah mampu mendaki gunung-gunung tertinggi di mana pun termasuk Himalaya, tidak mungkin! Manusia adalah makhluk pemberani, pasti dia tahu juga."Tuhan kemudian meminta pendapat pada malaikat kedua dan jawaban malaikat kedua, "Kenapa Tuhan tidak coba pergi ke dasar lautan, pasti manusia tidak bisa masuk ke dasar lautan karena meraka kan makhluk daratan."Tuhan pun berkata, "Itu dulu, manusia sekarang sangat pintar.

Dia ciptakan alat untuk menyelam dan mereka pasti temukan di mana Aku berada. "Tuhan berjalan mondar-mandir sambil terlihat bingung, dimintalah pendapat malaikat ketiga, "Bagaimana menurutmu malaikat ketiga?" Malaikat ketiga pun menjawab, "Ah...kenapa Tuhan tidak coba pergi ke planet antariksa, di mana manusia jelas-jelas tidak bisa sampai ke sana." Tuhan menjawab, "Itu dulu wahai para malaikatku, sekarang mereka sangat cerdas. Mereka ciptakan pesawat yang bisa menembus bumi dan menuju planet-planet antariksa, mereka hebat, mereka pasti temukan Aku." Tuhan pun makin terlihat lebih bingung. Pada saat kondisi mengalami jalan buntu tersebut, malaikat terakhr berkata, "Tuhanku, ada satu tempat di mana tempat itu dekat sekali dengan manusia, bukan di gunung, bukan di dasar lautan, dan bukan juga di planet, tetapi manusia tidak tahu tempatnya," katanya. Tuhan penasaran dan berkata, "Di mana dia wahai malaikatku?" Malaikat menjawab dengan tenang, "Di hati manusia sendiri, Tuhanku." Sejak saat itu, konon Tuhan bersemayam di hati setiap hamba-Nya.

Cerita klasik di atas selalu menjadi rujukan spiritualisme kebahagiaan. Karena kebahagiaan, kesuksesan, kemakmuran bukan muncul dari orang lain, tetapi dari hati terdalam diri sendiri. Hati bagaikan tanah yang subur. Kalau tanah itu tandus, tentu tidak bisa ditanami lagi sehingga yang ada hanya kesal, kecewa, serta kesedihan. Namun, apabila hati itu tanah yang subur, pohon-pohon kesuksesan, kemenangan, kemakmuran, dan kebahagiaan selalu muncul di sana-sini tak pernah berhenti. Dengan kata lain, kebahagiaan juga tidak bisa kita cari di lautan, bukan di bukit gunung yang tinggi, tidak juga di planet lain. Tetapi kebahagiaan ada dalam hati terdalam (lubb) masing-masing yang sering dilupakan.

Buku kedua karya trainer muda yang dikenal dengan Sang Penutur Kesadaran Indonesia ini sungguh merupakan buku penuntun untuk bisa meraih puncak kebahagiaan dengan terlebih dahulu meraih puncak keadaraan sejati. Berbeda dari buku pertamanya, The 7 Awareness (Grasindo, 2006), buku ini lebih tebal dan lebih menekankan pada metodologi, baik bahasa maupun pesan-pesan bijak. Buku ini juga mengajak kita untuk berlatih menapaki tujuh tangga yang mesti dilewati para pencari kesadaran dan kebahagiaan sejati. Tujuh tangga tersebut yaitu:

  • the art of esoteric thingking;
  • the art of esoteric silent;
  • the art of esoteric success;
  • the art of esoteric soul;
  • the art of esoteric wisdom;
  • the art of esoteric vision;
  • surrender.

Bagi Anda yang benar-benar ingin belajar tentang bagaimana meraih kesadaran sejati untuk mencapai kebahagiaan optimum, maka Anda akan dibimbing oleh buku ini untuk menemukan cahaya Ilahi. Hadirnya buku ini semakin menambah keyakinan bahwa untuk bisa meraih kondisi "good" menjadi "great" dibutuhkan prasyarat kesadaran sejati yang lahir dari pemahaman bahwa Tuhan itu ada dalam hati kita masing-masing. Tuhan tidak ada di rumah, di pekerjaan, di kantor, di partai politik, di jabatan, maupun di dalam materi (uang). Sebab, yang terakhir ini hanya menawarkan kebahagiaan semu (psudo happiness) bukan kebahagiaan sejati (truly happiness).

Dalam konteks kehidupan yang serbasulit seperti saat ini, di mana kelangkaan pangan dan kebutuhan hidup makin melilit, buku ini terasa sungguh sangat ideal dan mengangkasa. Selain itu, buku ini juga memberikan inspirasi hidup (life inspiration) agar dari hari ke hari sesulit apa pun hidup ini, hendaknya tetap merasa dekat dengan Tuhan. Inilah surga kehidupan bagi siapa saja yang ingin merasakan kebahagiaan sejati.Perasaan bahwa Tuhan selalu hadir dalam hati terdalam kita akan memompa semangat untuk tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup. Dengan begitu, yang ada adalah spirit optimisme untuk tetap bertahan hidup dalam kesulitan. Sebab, Tuhan berjanji pada hamba-Nya, "Pada tiap kesulitan selalu ada kemudahan." Dengan begitu, diharapkan tercapai satu perubahan yang mendasar atas sikap kita terhadap kehidupan yang terjadi. Menyalahkan keadaan hanyalah akan membuat kita sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

Karena sejatinya, ketika manusia sudah menemukan dan merasakan kesadaran sejati, maka ia akan semakin bijaksana dan tahan uji (persistence) terhadap segala macam kondisi yang dialami. Inilah tangga untuk mencapai kebahagiaan sejati. Semoga buku ini menjadi bacaan penyejuk di tengah situasi ekonomi yang makin sulit saat ini. (*) *) Rohmah Maulidia MA Pengajar di STAIN Ponorogo.

 

BUKU BARU

MOTIVASI NAQOY 21 Days To Be Transhuman
khantry design

TESTIMONI ALUMNI TRAINING



Get the Flash Player to see this player.

Latest Events

No current events.

TESTIMONI

Dinda Fitri Annisa: saya ikut training karena diajak oleh mama, dan ingin mendapatkan motivasi karena akhir2 ini semangat saya sedang down. Kesan di hari pertama mengikuti training itu “WOW” banget dan Pak Naqoy membuat saya lebih semangat lagi dalam menggapai impian. Untuk materi yang disampaikan, saya ingin melakukan perubahan dalam hidup saya, saya ingin berguna bagi orang tua, saudara saya dan semua orang, saya juga ingin menggapai cita-cita saya. Semoga tercapai… Amin Kesan mengikuti training selama 2 hari, semula Dinda datang kesini untuk liburan, tapi Dinda merasa ikut training The7Awareness rasanya liburan Dinda lebih bermakna, lebih bermanfaat daripada membuang-buang waktu. Dinda berharap, karena ini Dinda benar-benar berkomitmen untuk dapat menggapai impian Dinda, gak terhalang lagi dengan malas. Terimakasih kepada Pak Naqoy dan segenap kru The7Awareness, Dinda merasa harus bangkit dari keterpurukan. Rizka: Saya Diajak oleh mama untuk mengikuti training ini, kesan saya di hari pertama mengikuti training ini, saya sangat senang karena termotivasi dan mendapatkan banyak masukan dari pak Naqoy. Awalnya Ika sangat menolak untuk mengikuti training The7Awareness. Ika datang kesini, kemudian ika merasakan nikmatnya, merasakan kembali semangat yang seharusnya ada dari dahulu. Terimakasih Pak Naqoy atas motivasi-motivasinya, terimakasih untuk semua kru The7Awareness. Suryatina Ali : Saya datang dari Batusangkar khusus untuk mengikuti training The7Awareness bersama 2 orang putri saya. Insa Allah apa yang saya harapkan Allah akan meridhai, bisa sebagai tujuan dari hidup saya. Terimakasih. Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT. Mengikuti training membawa kami sekeluarga lebih tenang, dan ini akan kami terapkan apa yang kami dapat. Mudah-mudahan, anak-anak yang saya cintai, yang menjadi tumpuan hidup saya menjadi anak-anak yang soleha. Hambali Abas Saya senang dan bangga bisa bertemu dengan pak Naqoy dalam training The7Awareness, saya merubah suatu konsep yang buruk menjadi lebih baik. Insa Allah hari ini saya siap menjadi melangkah dari Good menjadi Great. Yang paling berkesan dari apa yang disampaikan oleh pak Naqoy adalah yang sifatnya realistis dan sunnatullah dan semua orang bisa melakukannya tidak sulit. Ini sesuatu yang berharga. Wenny Trisnawati (Alumni Angkatan 64) Pertama kali saya melihat Pak Naqoy, itu pada saat acara sabtu subuh dengan Ust. Arifin Ilham, diacara itu saya sangat tertarik sekali dengan penjelasan beliau, kemudian saya mencari informasi tentang pak Naqoy, dan saya mulai membeli bukunya, setelah membaca buku tersebut saya sangat tertarik sekali untuk mengikuti training The7Awareness. Dan setelah saya mengikuti training The7Awareness selama 3 hari… Subhanallah, banyak sekali merubah mindset saya, dari yang tidak Percaya Diri menjadi Percaya Diri, kemudian pikiran dan hati saya sangat terbuka sekali setelah mengikuti training ini. Dalam melaksanakan materi kekuatan afirmasi, perasaan saya menjadi sangat tenang “Plong”. Saya sangat merekomendasikan untuk keluarga, kakak dan adik saya, suami dan anak-anak saya untuk mengikuti training The7Awareness ini. Pipit Pitriani (Alumni Angkatan 64) Sebelumnya saya belum pernah mengenal training The7Awareness, saya merasa agak pesimis tentang training ini. Tetapi setelah mengikuti training ini pada hari pertama, pemikiran saya terbuka dan ikhlas untuk menghadapi masalah. Dan training ini sangat cocok bagi anda para Galauers untuk mengikuti training ini. Saya sangat merekomendasikan training ini kepada siapa pun yang berada di Indonesia maupun luar Indonesia. Sumayah (Alumni Angkatan 64) Saya mengikuti training ini untuk membentuk semua keinginan saya sudah lama terbentuk dan saya ingin bangkit lagi. Dan setelah saya mengikuti training The7Awareness, saya mampu dan saya pasti bisa mewujudkan semua impian saya. Menurut saya training ini sangat saya rekomendasikan kepada teman saya, keluarga tercinta saya dan orang-orang di sekitar saya. Dewi (Alumni Angkatan 64) Untuk hari pertama di training The7Awareness, saya nangis habis-habisan, dapat mengingat kembali orang tua dalam sebuah moment yang sangat penting. Mengenai kekuatan afirmasi, serasa membersihkan karat-karat kebencian dan mungkin Allah tidak Ridhoi. Dalam Hari terakhir adalah terapi ke ikhlasan, ini adalah nangis yang paling lega saya bisa keluarkan seumur hidup saya. Terimakasih Pak Naqoy dan para Kru The7Awareness, Mudah-mudahan kita semuanya menjadi pribadi yang DiAtasRataRata Fawas (Alumni Angkatan 64) Saya kesini diajak oleh Kakak saya, awalnya Kakak saya mengatakan ingin mengajak saya untuk ke tempat yang sangat special. Kesan-kesan saya mengikuti training ini adalah saya menjadi percaya diri, lebih saya kepada ke dua orang tua dan pastinya saya akan berubah. Rudi (Alumni Angkatan 64) Setelah mengikuti training The7Awareness pada hari pertama, saya merasa berubah, mendapatkan sahabat yang baru, segala sesuatunya diluar sana kita selalu berpandangan secara negative, disini kita terus diajak untuk berfikir secara positif. Setelah mengikuti training ini merupakan suatu pencerahan. Tidak ada training yang bagus selain mengikuti training The7Awareness. Harapan saya adalah semakin banyaknya orang-orang di Indonesia mengikuti training ini agar Indonesia menjadi Great. Joni (Ketua Alumni Angkatan 64) Awal saya mengikuti training ini agak sedikit pesimis. Karena saya sudah mengikuti berbagai macam training. Namun training The7Awareness adalah training yang lebih menggugah ke hati, mencoba merubah cara pandang hidup kita tentang masalah yang kita hadapi. Salah satu contohnya adalah ketika kita jatuh kita bisa bangkit lagi. Ahmad Suryatin (Alumni Angkatan 48) Saya telah mengikuti training The7Awareness sebanyak dua kali… pertama pada angkatan 48 dan yang kedua pada angkatan 64. Alhamdulillah setelah mengikuti training pada angkatan 48 Afirmasi saya di kabulkan oleh Allah. Pertama saya ingin sekali naik Haji dan mempunyai mobil. Alhamdulillah semuanya telah saya miliki. Doakan semoga saya sukses dalam menjalani afirmasi yang saya lakukan. Ismawati (Alumni Angkatan 64) Setelah saya mengikuti semua training The7Awareness ini, saya merasa puas, dan saya ingin berubah, ingin percaya diri lagi dengan semua orang. Disini saya mempunyai sahabat-sahabat baru yang sangat hebat. Semoga Allah mengabulkan semua cita-cita kita menjadi orang yang sukses DiAtasRataRata Yossi (Alumni Angkatan 64) Training ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa bisa hadir bersama-sama dengan pak Nanang Qosim Yusuf. Hari ini saya menemukan OMA yang menginspirasi banyak hal, saat saya melihat orang tua melalui alam pikiran saya, saya mulai kembali tersaadar, bahwa apa yang saya lakukan hingga saaat ini adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya lakukan. Dan Pak Naqoy telah membukakan pintu OMA kepada saya dan seluruh peserta dan ini sangat luar biasa, bukan hanya untuk hari ini tetapi sampai kita menutup mata. Terimakasih Pak Naqoy… Sukses selalu untuk Pak Naqoy. Santi Afiana, Saya sangat berterimakasih kepada bapak Naqoy dan seluruh penyelenggara acara Training OMA ini. Alhamdulillah, Dengan OMA, saya benar2 mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, jalan pikiran saya terbuka kembali, hati saya terasa lebih tenang dan lebih segar lagi, saya lebih fresh lagi, dan Ini seperti peralihan dari masa jahiliya saya kemarin. Terimakasih Bapak Naqoy, ini benar-benar GREAT…! Gungun, saya mengikuti training ini sangat senang, terimakasih kepada Pak Naqoy, semoga training2 nya dapat mengubah kita menjadi insan yang lebih baik dan berguna untuk bangsa. Linda Susilawatai, Alhamdulillah setelah mengikuti training ini saya menyadari sekali bahwa OMA bila kita hayati ke dalam hati, akan banyak aura-aura positif yang menghampiri kita dengan pantulan-pantulan yang kita ucapkan secara positif. Trimaryani, Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa, hari ini kami baru menyadari bahwa energy positif yang di pancarkan kepada kita itu membuat apa-apa yang kita impikan itu menjadi nyata melalui GREAT (Giat Rencana Evaluasi Action Terbuka). Insa Allah setelah mengikti training ini saya dari manusia biasa menjadi manusia yang luar biasa. Emilia (Alumni Angkatan 63) Ini merupakan pengalaman saya yang pertama seumur hidup. Saya berharap bahwa kita semua menjadi pribadi2 yang luar biasa yang mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi. Saya juga sangat berharap agar training ini dapat di ikuti untuk generasi yang lebih muda. Terimakasih Pak Naqoy dan seluruh kru yang bertugas. Yayuk (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada Suami saya dan Pak Naqoy, Mudah-mudah setelah mengikuti training ini, saya dapat menerapkan semua ilmu-ilmunya. Elfiyati (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada Pak Naqoy yang telah mengajarkan banyak ilmu kepada saya dan terimaskih kepada semua Kru, saya pasti akan berusaha untuk menjadi manusia di atas rata-rata Adhieb (Alumni Angkatan 63) Jadi Alhamdulillah, berkat komunikasi BBM saya mendapatkan semua ilmu yang telah pak Naqoy berikan dalam training ini. Untuk kedepannya saya akan membuang semua sifat-sifat jelek saya dan sukses menjadi manusia DiAtasRataRata. Ilhammi Gani (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada pak Naqoy… Dan Pastinya ini menjadi moment yang sangat luar biasa buat saya, kali pertama bagi saya mengikuti sebuah training yang sangat megah bagi saya. Saya pasti dapat menjadi manusia DiAtasRataRata. Harapan saya, semua orang di Indonesia baik itu pejabat maupun orang yang kehidupan ekonominya sangat minim dapat mengikuti training ini agar dapat menbangun Negara Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi. Pertama-tama saya perhatikan di dalam penyampaian materi ada beberapa hal yang sama dengan training-training yang lain. Namun, setelah saya pelajari ternyata ini beda dengan training yang lain, yang sangat membedakan adalah materi OMA dan Ikhlas. Dibeberapa sesi saya kurang bisa mengikuti dengan baik, saya susah sekali untuk menangis padahal saya ingin sekali untuk menangis. Terima kasih T7A, saya lebih bisa melihat siapa diri saya, saya menyadari OMA saya serta belajar tentang arti keikhlasan dalam kehidupan saya. ~Andi Kahar~ (KEMENKEU JAKARTA) Training ini sangat bagus untuk mendorong pertumbuhan diri, training ini seperti shock therapy untuk orang-orang yang merasa terlalu nyaman dengan diri dan segala kekurangannya. Baik materi dan simulasi semuanya tepat sasaran, sangat menstimulasi self reflection evaluation sehingga bisa memulai perbaikan diri. Setelah mengikuti training ini saya merasakan banyak perubahan dan yang saya dapatkan dari training ini adalah kesadaran pikiran, keikhlasan dan kesuksesan untuk pribadi saya. ~Terdi Selidevi Silalahi~ (KEMENKEU JAKARTA) Alhamdulillah, saya terbebas dari rokok. Subhanallah, akhirnya sampai saat ini saya terbebas dari kebiasaan merokok. Cerita awalnya cukup berliku, campur aduk sampai saya sendiri tidak tahu pengaruh mana yang memiliki andil besar sampai akhirnya saya benar-benar terbebas dari kebiasaan merokok. Namun, paling tidak saya akan membuat list yang “mempengaruhi” saya untuk terbebas dari kebiasaan merokok, antara lain: 1. Saya mencatat afirmasi saat mengikuti training The 7 Awareness sebagai berikut: Saya terbebas dari rokok tahun 2012. (Di Purwakarta) 2. Kedua anak saya, Tarisya Nariswari dan Audrie Faiza Maheswari selalu mencibir saya setiap saya sedang atau habis merokok. Cibirannya seperti ini: Hiii, papa habis merokok, baunya tidak enak, saya tidak mau dekat papa. 3. Istri saya setiap mau tidur pada malam hari tidak nyaman dengan perkataan seperti ini:waduh, papa bau rokok, kepala mama pusing. 4. Sahabat saya selalu mengingatkan via sms bahaya merokok dan selalu menyuruh saya berhenti merokok. 5. Atasan saya bilang dengan ungkapan yang sama dengan istri saya pada saat saya menghadap. 6. Di kantor diterapkan aturan dilarang merokok. Dari 6 list pengaruh di atas. Awal ceritanya dimulai pada tanggal 30 Maret 2012. Hari Jum’at, 30 Maret 2012 kami melakukan olah raga kesegaran jasmani, saya senam di barisan paling belakang. Di situ kebetulan kolega saya yang dulunya menjadi “sparing partner” dalam setiap rapat, Bapak Niti Suwito, member saya sebuah permen merk Fresh Maker. Permen yang cukup kuat rasanya bagi orang yang memiliki kebiasaan merokok. Siang harinya, saya merasa dada agak tidak enak, dahak sering dikeluarkan. Dan pada malam hari rasanya semakin tidak nyaman. Namun, satu dua batang sampoerna mild masih coba saya hisap. Semakin larut malam, rasa sampoerna mild sudah semakin tidak enak. Keesokan hari, saya masih mencoba menghisab sebatang, namun lagi-lagi bukan nikmat yang kudapat, tapi rasa tidak enak. Saya langsung ingat teman saya, Bapak Heru Budiarso yang dulu sempat menawari saya untuk mengantar jika saya mau nggurah. Kutelpunlah Pak Heru, dan dengan suara khasnya yang renyah dan ringan tangan, dia bilang” Bapak, mau kapan ke sana, saya antar”. Dan tanpa piker panjang, malam hari itu kita berdua pergi ke tempat nggurah itu, Imogiri – Jawa Tengah. Perjalanan yang menyenangkan dengan syarat cerita sudah kita lalui*. Dan…… Sekarang, saya terbebas dari kebiasaan merokok……dari mana datangnya niat itu, saya sendiri juga tidak tahu pastinya, yang jelas, saya ikuti saja kemana hati ini membawa saya kea rah mana. Yang jelas, saya berterimakasih kepada semuanya atas kondisi saya sekarang ini. khususnya kepada orang-orang yang cerewet dengan omelan yang menyakitkan* pada waktu itu…….coba kalau kalian tidak cerewet?? Mungkin saya belum berhenti merokok….he he he he. Hore, sekarang saya mau bulutangkis dulu. sampai jumpa lagi. Salam, Edy Muktasim Billah ===================================

Designed by eTDS TechnoSys
Click here to donate

Direct contact

Dewi
Send a message via Yahoo to Dewi Send a message via Skype to Dewi
Telephone number of Dewi 081905666479
Nanda
Send a message via Yahoo to Nanda
Telephone number of Nanda 021 - 75872807

Popular

JUMLAH PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday167
mod_vvisit_counterYesterday219
mod_vvisit_counterThis week1366
mod_vvisit_counterThis month4429
mod_vvisit_counterAll208821

Contact Us

PT. Kesadaran Indonesia

NAQOY POINT CENTER Jl. Ampera KODIKLAT TNI No. 7 Buaran - Serpong - Jakarta Selatan - Indonesia

  • Tel/FAX       : 021-75872807
  • Call Center : 081-905-666-479
  • Email : rumahkesadaran@ymail.com atau the7awareness@yahoo.com atau the7awareness@rumahkesadaran.com

 

Symbol
Info Buku