You are here: Home Info Buku Buku Ke 1 : The 7 Awareness

Buku Ke 1 : The 7 Awareness

E-mail Print PDF

Belakangan ini bermunculan buku-buku berparadigma baru mengenai kepemimpinan. Di antaranya yang paling terkenal adalah buku karya Stephen R Covey, "The 8th Habit", yang menegaskan bahwa kepemimpinan sekarang ini tidak cukup hanya "menjadi efektif", karena menjadi efektif sebagai pemimpin adalah sebuah keharusan dan bayaran di zaman penuh kompetisi global.

Buku Nanang Qosim Yusuf ini merupakan buku jenis kepemimpinan baru dengan basis spiritualitas universal, sejalan dengan basis inner voice- nya jenis buku-buku kepemimpinan. Nizami dalam buku syair Sufinya Haft Paikar (Tujuh Jelita) mengatakan, "Jika dengan betul kau baca dirimu sebagai naskah, kau akan kekal. Ruh itu kebenaran, yang lain dusta." Begitulah buku jenis ini. Buku ini dalah buku yang berdasarkan kebenaran universal, yang mengembangkan kepemimpinan dari panggilan "suara paling dalam".

Orang-orang seperti Mahatma Gandhi, Ibu Theresa, dan Nelson Mandela adalah contoh pemimpin dalam zaman kita yang memimpin dengan inner voice. Istilah buku ini memimpin dengan cinta. Buku yang dalam tiga bulan ini menjadi pembicaraan luas banyak bicara mengenai kepemimpinan berdasarkan cinta. Kalau spiritualitas, membicarakan mengenai cara-cara bagaimana jiwa manusia--dengan jalan cintanya itu--menyempurnakan tali hubungannya dengan Tuhan, dan peluang-peluang yang membolehkan jiwa melakukan pendakian ke alam ketuhanan. Dalam pendakian semacam ini, kepemimpinan mengembangkan gagasan bagaimana manusia yang adalah pemimpin itu menggapai awareness, kesadaran akan panggilan tertingginya sebagai pemimpin. Pendakian ini dilakukan melalui "tangga-tangga" perjalanan spiritualitas kepemimpinan.

Buku ini menjelaskan adanya tujuh tangga kesadaran dalam kepemimpinan. Teori Nanang mengenai tujuh tangga kesadaran kepemimpinan ini cocok sekali dengan teori perenial dari Fariduddin Attar, Musyawarah Burung (Manthiq al-Thayr), yang menyampaikan kisah perjalanan burung-burung mencari raja mereka, Simurg, secara menarik dan alegoris--sebuah ekspresi sastra yang memerlukan ketajaman intuitif untuk menangkap maknanya.

Attar lewat ekspresi Musyawarah Burung ini merumuskan ketujuh peringkat dan keadaan rohani tersebut sebagai: pertama, lembah pencarian (thalâb), sejalan dengan yang oleh Nanang sebut "Awareness of Thinking--Born to be King". Kedua, lembah cinta [Ilahi] (isyq), sejalan dengan "Awareness of Silence--Jika Kau Diam Tuhan pun Berbicara". Ketiga, lembah pemahaman atau pengenalan Tuhan (ma`rifah), sejalan dengan "Awareness of Succsess--The Power of Love". Keempat, lembah kepuasan rohani (istighrâq), sejalan dengan "Awareness of Soul--The Power of Soul: Kekuatan dari Sang Jiwa". Kelima, lembah kesatuan (tawhîd), sejalan dengan "Awareness of Wisdom--Air Kehidupan". Keenam, lembah ketakjuban (hayrah), sejalan dengan "Awareness of Vision--Tuhan Pun Bervisi". Dan, Ketujuh, lembah kefakiran dan kefanaan (faqr dan fanâ',) sejalan dengan yang disebut Nanang "Awareness of Surrender--The Power of Zero, Kekuatan dari Keikhlasan".

Di sini Nanang Qosim Yusuf meyakinkan kita bahwa dalam mencapai "Yang Satu" itu, tingkat terakhir, "The Awareness of Surrender," seseorang tidak dapat melakukannya dengan usaha hanya secara intelektual semata. Mendekati Tuhan secara intelektual tidak akan sampai pada makna hakiki. Makna hakiki juga tidak bisa dicapai hanya dengan perasaan kerinduan. Sebab, pengalaman Yang Ilahi ini harus dicapai dengan melibatkan seluruh proses rasionalitas dan kerohanian, yang mencakuppenciptaan kembali pribadi-yang-semula (fitrah, kodrat dasar insani) secara lengkap--yang oleh Nanang disebut "Manusia di Atas Rata- rata"-- yang akan menghasilkan pembebasan yang berhubungan dengan tercapainya bentuk-bentuk kesadaran baru, kesadaran transendental, yaitu penyatuan mistis dalam yang disebut buku ini "Pengalaman Zero".

Dalam ekspresi mistis (istilah buku ini, "diawali dan diakhiri oleh Zero"), kehendak disatukan dengan perasaan mendalam, hasrat yang berkobar untuk mentransendensikan alam indra (empiris) supaya "diri"bersatu dengan cinta menuju Yang Satu, Yang Ilahi; keberadaan yang secara intuitif diterima oleh jiwa secara transenden (kosmis). Buku jenis ini biasanya diperolehnya lewat pengalaman hati, yaitu sejenis intuisi batin atau wawasan yang tidak pernah salah. Ahli mistik mungkin berkata--mengikuti bahasa mistis St Bernard-- "Rahasiaku untuk diriku sendiri". Namun, sebagai  seniman, atau saudara Nanang sebagai trainer kepemimpinan, ia tak dapat berbuat demikian. Kepadanya telah diamanatkan kewajiban  mengekspresikan segala yang telah dia peroleh. Dia terikat untuk menyatakan cintanya. Di dalam memuja keindahan Yang Maha Sempurna, keimanan--bagi penyair-- harus diimbangi dengan karya yang mampu menampung kedalaman pengalaman.

Dengan menggunakan selubung dan simbol, dia harus menafsir pengalamannya sendiri kepada orang lain--menjadi segi ekspresi sebuah karya, seperti buku ini--sehingga buku seperti ini pun menjadi penghubung antara alam dunia ini dan alam hakikat.

Buku ini adalah hasil perenungan dan pengalaman makrifat (kedekatan dengan yang Ilahi), misalnya dalam memikirkan dan merenungkan wajah Kekasih Yang Maha Indah, yaitu Tuhan. Apabila Kekasih telah hadir dan menyingkap keindahan wajah-Nya, maka Taman Mawar Ilahi menjadi simbol seorang penyair yang mengalami makrifat itu dalam mengekspresikan kemabukan dan penyatuan mistik dengan Yang Ilahi.

Buku ini, seperti puisi para sufi yang berfungsi sebagai sarana ekspresi bagi kemabukan dan penyatuan mistik, dapat dipandang sebagai proyeksi untuk mengingat dan merindukan kesatuan (bersatunya manusia) dengan Kekasihnya (Tuhan).

Buku ini sangat penting karena mengajak kita ke jalan intuisi, jalan yang disebut Nanang sebagai a voyage to eternity, sebuah jalan intuisi dalam kepemimpinan. Jalan intuisi sekarang dianggap penting dalam kepemimpinan karena pertama, intuisi merupakan jalan tempat berpindah ke alam keabadian atau transenden. Kedua, buku-buku seperti ini, yang indah dan mendalam secara maknawinya, pada dasarnya ditulis setelah penulisnya melakukan penyucian diri, dengan meneguhkan terlebih dahulu kehendaknya sehingga cermin penglihatan (rohani)nya (kepekaan intuitifnya) menjadi terang. Ketiga, intuisi merupakan ekspresi dari pengalaman akan Yang Ilahi (pengalaman makrifat). Keempat, Nanangmenyatakan bahwa keindahan wajah Tuhan (dalam penampakan metafisis-teofaniknya) dapat disaksikan di "medan yang qadîm" (medan-abadi) yang merujuk pada pengalaman primordial manusia yang tertanam dalam lubuk hati terdalam (kefitrahan).

Maka, buku ini dapat menjadi tangga naik menuju diri sejati-- sebuah tangga kearifan yang sangat diperlukan seorang pemimpin. Sebuah syair menggambarkan sebuah kepemimpinan pelayanan. Buku Nanang ini berhasil memadukan pencapaian apa yang disebut Stephen R Covey, keagungan organisasi, keagungan kepemimpinan, dan keagungan pribadi. Pengalaman Nanang sebagai seorang trainer muda yang berbakat telah menjadikan buku ini berhasil mengolah ketiga hal tersebut. Karena keberhasilan dan daya tarik buku ini, tidak heran kalau hanya dalam satu bulan cetakan pertama buku ini telah habis diserap pasar.

Saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku ini, untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan Anda, istilah Jim Collin dalam bukunya, Good To Great, dari good menjadi great! Budhy Munawar-Rachman Pengajar Religious Studies Universitas Paramadina dan sebagai program officer Islam and Civil Society The Asia Foundation.

 

BUKU BARU

MOTIVASI NAQOY 21 Days To Be Transhuman
khantry design

TESTIMONI ALUMNI TRAINING



Get the Flash Player to see this player.

Latest Events

No current events.

TESTIMONI

Dinda Fitri Annisa: saya ikut training karena diajak oleh mama, dan ingin mendapatkan motivasi karena akhir2 ini semangat saya sedang down. Kesan di hari pertama mengikuti training itu “WOW” banget dan Pak Naqoy membuat saya lebih semangat lagi dalam menggapai impian. Untuk materi yang disampaikan, saya ingin melakukan perubahan dalam hidup saya, saya ingin berguna bagi orang tua, saudara saya dan semua orang, saya juga ingin menggapai cita-cita saya. Semoga tercapai… Amin Kesan mengikuti training selama 2 hari, semula Dinda datang kesini untuk liburan, tapi Dinda merasa ikut training The7Awareness rasanya liburan Dinda lebih bermakna, lebih bermanfaat daripada membuang-buang waktu. Dinda berharap, karena ini Dinda benar-benar berkomitmen untuk dapat menggapai impian Dinda, gak terhalang lagi dengan malas. Terimakasih kepada Pak Naqoy dan segenap kru The7Awareness, Dinda merasa harus bangkit dari keterpurukan. Rizka: Saya Diajak oleh mama untuk mengikuti training ini, kesan saya di hari pertama mengikuti training ini, saya sangat senang karena termotivasi dan mendapatkan banyak masukan dari pak Naqoy. Awalnya Ika sangat menolak untuk mengikuti training The7Awareness. Ika datang kesini, kemudian ika merasakan nikmatnya, merasakan kembali semangat yang seharusnya ada dari dahulu. Terimakasih Pak Naqoy atas motivasi-motivasinya, terimakasih untuk semua kru The7Awareness. Suryatina Ali : Saya datang dari Batusangkar khusus untuk mengikuti training The7Awareness bersama 2 orang putri saya. Insa Allah apa yang saya harapkan Allah akan meridhai, bisa sebagai tujuan dari hidup saya. Terimakasih. Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT. Mengikuti training membawa kami sekeluarga lebih tenang, dan ini akan kami terapkan apa yang kami dapat. Mudah-mudahan, anak-anak yang saya cintai, yang menjadi tumpuan hidup saya menjadi anak-anak yang soleha. Hambali Abas Saya senang dan bangga bisa bertemu dengan pak Naqoy dalam training The7Awareness, saya merubah suatu konsep yang buruk menjadi lebih baik. Insa Allah hari ini saya siap menjadi melangkah dari Good menjadi Great. Yang paling berkesan dari apa yang disampaikan oleh pak Naqoy adalah yang sifatnya realistis dan sunnatullah dan semua orang bisa melakukannya tidak sulit. Ini sesuatu yang berharga. Wenny Trisnawati (Alumni Angkatan 64) Pertama kali saya melihat Pak Naqoy, itu pada saat acara sabtu subuh dengan Ust. Arifin Ilham, diacara itu saya sangat tertarik sekali dengan penjelasan beliau, kemudian saya mencari informasi tentang pak Naqoy, dan saya mulai membeli bukunya, setelah membaca buku tersebut saya sangat tertarik sekali untuk mengikuti training The7Awareness. Dan setelah saya mengikuti training The7Awareness selama 3 hari… Subhanallah, banyak sekali merubah mindset saya, dari yang tidak Percaya Diri menjadi Percaya Diri, kemudian pikiran dan hati saya sangat terbuka sekali setelah mengikuti training ini. Dalam melaksanakan materi kekuatan afirmasi, perasaan saya menjadi sangat tenang “Plong”. Saya sangat merekomendasikan untuk keluarga, kakak dan adik saya, suami dan anak-anak saya untuk mengikuti training The7Awareness ini. Pipit Pitriani (Alumni Angkatan 64) Sebelumnya saya belum pernah mengenal training The7Awareness, saya merasa agak pesimis tentang training ini. Tetapi setelah mengikuti training ini pada hari pertama, pemikiran saya terbuka dan ikhlas untuk menghadapi masalah. Dan training ini sangat cocok bagi anda para Galauers untuk mengikuti training ini. Saya sangat merekomendasikan training ini kepada siapa pun yang berada di Indonesia maupun luar Indonesia. Sumayah (Alumni Angkatan 64) Saya mengikuti training ini untuk membentuk semua keinginan saya sudah lama terbentuk dan saya ingin bangkit lagi. Dan setelah saya mengikuti training The7Awareness, saya mampu dan saya pasti bisa mewujudkan semua impian saya. Menurut saya training ini sangat saya rekomendasikan kepada teman saya, keluarga tercinta saya dan orang-orang di sekitar saya. Dewi (Alumni Angkatan 64) Untuk hari pertama di training The7Awareness, saya nangis habis-habisan, dapat mengingat kembali orang tua dalam sebuah moment yang sangat penting. Mengenai kekuatan afirmasi, serasa membersihkan karat-karat kebencian dan mungkin Allah tidak Ridhoi. Dalam Hari terakhir adalah terapi ke ikhlasan, ini adalah nangis yang paling lega saya bisa keluarkan seumur hidup saya. Terimakasih Pak Naqoy dan para Kru The7Awareness, Mudah-mudahan kita semuanya menjadi pribadi yang DiAtasRataRata Fawas (Alumni Angkatan 64) Saya kesini diajak oleh Kakak saya, awalnya Kakak saya mengatakan ingin mengajak saya untuk ke tempat yang sangat special. Kesan-kesan saya mengikuti training ini adalah saya menjadi percaya diri, lebih saya kepada ke dua orang tua dan pastinya saya akan berubah. Rudi (Alumni Angkatan 64) Setelah mengikuti training The7Awareness pada hari pertama, saya merasa berubah, mendapatkan sahabat yang baru, segala sesuatunya diluar sana kita selalu berpandangan secara negative, disini kita terus diajak untuk berfikir secara positif. Setelah mengikuti training ini merupakan suatu pencerahan. Tidak ada training yang bagus selain mengikuti training The7Awareness. Harapan saya adalah semakin banyaknya orang-orang di Indonesia mengikuti training ini agar Indonesia menjadi Great. Joni (Ketua Alumni Angkatan 64) Awal saya mengikuti training ini agak sedikit pesimis. Karena saya sudah mengikuti berbagai macam training. Namun training The7Awareness adalah training yang lebih menggugah ke hati, mencoba merubah cara pandang hidup kita tentang masalah yang kita hadapi. Salah satu contohnya adalah ketika kita jatuh kita bisa bangkit lagi. Ahmad Suryatin (Alumni Angkatan 48) Saya telah mengikuti training The7Awareness sebanyak dua kali… pertama pada angkatan 48 dan yang kedua pada angkatan 64. Alhamdulillah setelah mengikuti training pada angkatan 48 Afirmasi saya di kabulkan oleh Allah. Pertama saya ingin sekali naik Haji dan mempunyai mobil. Alhamdulillah semuanya telah saya miliki. Doakan semoga saya sukses dalam menjalani afirmasi yang saya lakukan. Ismawati (Alumni Angkatan 64) Setelah saya mengikuti semua training The7Awareness ini, saya merasa puas, dan saya ingin berubah, ingin percaya diri lagi dengan semua orang. Disini saya mempunyai sahabat-sahabat baru yang sangat hebat. Semoga Allah mengabulkan semua cita-cita kita menjadi orang yang sukses DiAtasRataRata Yossi (Alumni Angkatan 64) Training ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa bisa hadir bersama-sama dengan pak Nanang Qosim Yusuf. Hari ini saya menemukan OMA yang menginspirasi banyak hal, saat saya melihat orang tua melalui alam pikiran saya, saya mulai kembali tersaadar, bahwa apa yang saya lakukan hingga saaat ini adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya lakukan. Dan Pak Naqoy telah membukakan pintu OMA kepada saya dan seluruh peserta dan ini sangat luar biasa, bukan hanya untuk hari ini tetapi sampai kita menutup mata. Terimakasih Pak Naqoy… Sukses selalu untuk Pak Naqoy. Santi Afiana, Saya sangat berterimakasih kepada bapak Naqoy dan seluruh penyelenggara acara Training OMA ini. Alhamdulillah, Dengan OMA, saya benar2 mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, jalan pikiran saya terbuka kembali, hati saya terasa lebih tenang dan lebih segar lagi, saya lebih fresh lagi, dan Ini seperti peralihan dari masa jahiliya saya kemarin. Terimakasih Bapak Naqoy, ini benar-benar GREAT…! Gungun, saya mengikuti training ini sangat senang, terimakasih kepada Pak Naqoy, semoga training2 nya dapat mengubah kita menjadi insan yang lebih baik dan berguna untuk bangsa. Linda Susilawatai, Alhamdulillah setelah mengikuti training ini saya menyadari sekali bahwa OMA bila kita hayati ke dalam hati, akan banyak aura-aura positif yang menghampiri kita dengan pantulan-pantulan yang kita ucapkan secara positif. Trimaryani, Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa, hari ini kami baru menyadari bahwa energy positif yang di pancarkan kepada kita itu membuat apa-apa yang kita impikan itu menjadi nyata melalui GREAT (Giat Rencana Evaluasi Action Terbuka). Insa Allah setelah mengikti training ini saya dari manusia biasa menjadi manusia yang luar biasa. Emilia (Alumni Angkatan 63) Ini merupakan pengalaman saya yang pertama seumur hidup. Saya berharap bahwa kita semua menjadi pribadi2 yang luar biasa yang mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi. Saya juga sangat berharap agar training ini dapat di ikuti untuk generasi yang lebih muda. Terimakasih Pak Naqoy dan seluruh kru yang bertugas. Yayuk (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada Suami saya dan Pak Naqoy, Mudah-mudah setelah mengikuti training ini, saya dapat menerapkan semua ilmu-ilmunya. Elfiyati (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada Pak Naqoy yang telah mengajarkan banyak ilmu kepada saya dan terimaskih kepada semua Kru, saya pasti akan berusaha untuk menjadi manusia di atas rata-rata Adhieb (Alumni Angkatan 63) Jadi Alhamdulillah, berkat komunikasi BBM saya mendapatkan semua ilmu yang telah pak Naqoy berikan dalam training ini. Untuk kedepannya saya akan membuang semua sifat-sifat jelek saya dan sukses menjadi manusia DiAtasRataRata. Ilhammi Gani (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada pak Naqoy… Dan Pastinya ini menjadi moment yang sangat luar biasa buat saya, kali pertama bagi saya mengikuti sebuah training yang sangat megah bagi saya. Saya pasti dapat menjadi manusia DiAtasRataRata. Harapan saya, semua orang di Indonesia baik itu pejabat maupun orang yang kehidupan ekonominya sangat minim dapat mengikuti training ini agar dapat menbangun Negara Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi. Pertama-tama saya perhatikan di dalam penyampaian materi ada beberapa hal yang sama dengan training-training yang lain. Namun, setelah saya pelajari ternyata ini beda dengan training yang lain, yang sangat membedakan adalah materi OMA dan Ikhlas. Dibeberapa sesi saya kurang bisa mengikuti dengan baik, saya susah sekali untuk menangis padahal saya ingin sekali untuk menangis. Terima kasih T7A, saya lebih bisa melihat siapa diri saya, saya menyadari OMA saya serta belajar tentang arti keikhlasan dalam kehidupan saya. ~Andi Kahar~ (KEMENKEU JAKARTA) Training ini sangat bagus untuk mendorong pertumbuhan diri, training ini seperti shock therapy untuk orang-orang yang merasa terlalu nyaman dengan diri dan segala kekurangannya. Baik materi dan simulasi semuanya tepat sasaran, sangat menstimulasi self reflection evaluation sehingga bisa memulai perbaikan diri. Setelah mengikuti training ini saya merasakan banyak perubahan dan yang saya dapatkan dari training ini adalah kesadaran pikiran, keikhlasan dan kesuksesan untuk pribadi saya. ~Terdi Selidevi Silalahi~ (KEMENKEU JAKARTA) Alhamdulillah, saya terbebas dari rokok. Subhanallah, akhirnya sampai saat ini saya terbebas dari kebiasaan merokok. Cerita awalnya cukup berliku, campur aduk sampai saya sendiri tidak tahu pengaruh mana yang memiliki andil besar sampai akhirnya saya benar-benar terbebas dari kebiasaan merokok. Namun, paling tidak saya akan membuat list yang “mempengaruhi” saya untuk terbebas dari kebiasaan merokok, antara lain: 1. Saya mencatat afirmasi saat mengikuti training The 7 Awareness sebagai berikut: Saya terbebas dari rokok tahun 2012. (Di Purwakarta) 2. Kedua anak saya, Tarisya Nariswari dan Audrie Faiza Maheswari selalu mencibir saya setiap saya sedang atau habis merokok. Cibirannya seperti ini: Hiii, papa habis merokok, baunya tidak enak, saya tidak mau dekat papa. 3. Istri saya setiap mau tidur pada malam hari tidak nyaman dengan perkataan seperti ini:waduh, papa bau rokok, kepala mama pusing. 4. Sahabat saya selalu mengingatkan via sms bahaya merokok dan selalu menyuruh saya berhenti merokok. 5. Atasan saya bilang dengan ungkapan yang sama dengan istri saya pada saat saya menghadap. 6. Di kantor diterapkan aturan dilarang merokok. Dari 6 list pengaruh di atas. Awal ceritanya dimulai pada tanggal 30 Maret 2012. Hari Jum’at, 30 Maret 2012 kami melakukan olah raga kesegaran jasmani, saya senam di barisan paling belakang. Di situ kebetulan kolega saya yang dulunya menjadi “sparing partner” dalam setiap rapat, Bapak Niti Suwito, member saya sebuah permen merk Fresh Maker. Permen yang cukup kuat rasanya bagi orang yang memiliki kebiasaan merokok. Siang harinya, saya merasa dada agak tidak enak, dahak sering dikeluarkan. Dan pada malam hari rasanya semakin tidak nyaman. Namun, satu dua batang sampoerna mild masih coba saya hisap. Semakin larut malam, rasa sampoerna mild sudah semakin tidak enak. Keesokan hari, saya masih mencoba menghisab sebatang, namun lagi-lagi bukan nikmat yang kudapat, tapi rasa tidak enak. Saya langsung ingat teman saya, Bapak Heru Budiarso yang dulu sempat menawari saya untuk mengantar jika saya mau nggurah. Kutelpunlah Pak Heru, dan dengan suara khasnya yang renyah dan ringan tangan, dia bilang” Bapak, mau kapan ke sana, saya antar”. Dan tanpa piker panjang, malam hari itu kita berdua pergi ke tempat nggurah itu, Imogiri – Jawa Tengah. Perjalanan yang menyenangkan dengan syarat cerita sudah kita lalui*. Dan…… Sekarang, saya terbebas dari kebiasaan merokok……dari mana datangnya niat itu, saya sendiri juga tidak tahu pastinya, yang jelas, saya ikuti saja kemana hati ini membawa saya kea rah mana. Yang jelas, saya berterimakasih kepada semuanya atas kondisi saya sekarang ini. khususnya kepada orang-orang yang cerewet dengan omelan yang menyakitkan* pada waktu itu…….coba kalau kalian tidak cerewet?? Mungkin saya belum berhenti merokok….he he he he. Hore, sekarang saya mau bulutangkis dulu. sampai jumpa lagi. Salam, Edy Muktasim Billah ===================================

Designed by eTDS TechnoSys
Click here to donate

Direct contact

Dewi
Send a message via Yahoo to Dewi Send a message via Skype to Dewi
Telephone number of Dewi 081905666479
Nanda
Send a message via Yahoo to Nanda
Telephone number of Nanda 021 - 75872807

Popular

JUMLAH PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday167
mod_vvisit_counterYesterday219
mod_vvisit_counterThis week1366
mod_vvisit_counterThis month4429
mod_vvisit_counterAll208821

Contact Us

PT. Kesadaran Indonesia

NAQOY POINT CENTER Jl. Ampera KODIKLAT TNI No. 7 Buaran - Serpong - Jakarta Selatan - Indonesia

  • Tel/FAX       : 021-75872807
  • Call Center : 081-905-666-479
  • Email : rumahkesadaran@ymail.com atau the7awareness@yahoo.com atau the7awareness@rumahkesadaran.com

 

Symbol
Info Buku