You are here: Home

The Spiritual Newton, Nanang Qosim Yusuf

E-mail Print PDF

Saturday, January 2, 2010

The Spiritual Newton, NANANG QOSIM YUSUF Oleh Eko Laksono

Kita selalu mendengar cerita-cerita besar seperti ini. Orang-orang istimewa yang berasal dari bawah, yang tumbuh menjadi manusia raksasa. Di satu titik dalam hidup mereka, terjadi sebuah keajaiban dari Tuhan, dan sebuah kekuatan besar membuat mereka berubah menjadi manusia-manusia terunggul di dunia. Mereka menjadi para pemimpin besar, orang-orang paling kaya-raya, juga para inspirator yang membawa pencerahan pada banyak orang. Ada Rahasia besar dalam diri mereka, atau sebuah kejadian dalam hidup mereka yang mendorong mereka menjadi manusia-manusia istimewa. Manusia-manusia baru diatas rata-rata manusia-manusia lainnya. Dan rahasia itu menjadi misteri besar bagi nyaris semua manusia sepanjang sejarahnya. Apa rahasianya? Apa yang terjadi pada mereka? Nanang Qosim Yusuf, adalah salahsatu cerita istimewa itu.

DARI PENJAGA MASJID, KE TRAINER PERTAMINA

Di tahun 1997, Naqoy,

panggilan akrab mas Nanang, kuliah di UIN, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Ayahnya hanyalah seorang buruh tani dan penarik becak di sebuah desa kecil di Brebes, Jawa Tengah. Sebagai mahasiswa, Naqoy tidak punya uang sampai ia harus tidur dan tinggal di masjid. Jangankan uang untuk menyewa kamar kos, bahkan untuk makan pun sulit. Kemeriahan Jakarta, seperti dunia lain bagi Naqoy.

Selama tinggal di masjid itu, ia membantu-bantu pekerjaan disana. Jadi Naqoy membersihkan masjid, jaga sepatu dan sendal, juga cuci-cuci piring kalau sedang ada acara disana. Benar-benar pekerjaan yang tidak pernah terlintas dalam pikiran kebanyakan mahasiswa di Indonesia.

Itulah yang dilakukan seorang Nanang Qosim sementara banyak mahasiswa Jakarta sibuk bersenang-senang di gemerlapannya ibukota. Tapi ia melakukannya dengan ikhlas, karena Allah Yang Maha Pengasih telah begitu berbaik hati memberikannya atap untuk berlindung dari panas dan hujan. Betapa sangat menyenangkannya kalau dibandingkan dengan ia harus tidur di pinggir jalan.

Dan ia bertekad untuk melakukan yang terbaik, rela melakukan apapun, demi nantinya mengangkat derajat orangtuanya yang telah memperjuangkan dirinya. Dan keikhlasan, adalah kekuatan besar.

Mungkin Anda berpikir hidup seperti ini sangat menyedihkan, mungkin saya juga akan begitu, tapi Allah bisa memberikan anugerah terbesarnya pada siapapun yang Dia pilih. Dan Allah telah memilih salahsatu umatnya untuk membawa inspirasi pada banyak orang.

SPIRITUAL NEWTON

Fisikawan terbesar Isaac Newton senang menyerap ilmu-ilmu para tokoh terbesar dunia. Lalu ia akan mencari tempat yang hening dan tenang, biasanya di bawah pohon apel, dan merenung disana berjam-jam lamanya.

Bagi kebanyakan anak-anak muda Jakarta, masjid adalah tempat yang sepi dan membosankan. Mungkin kebanyakan masjid memang betul seperti itu. Tapi ada tempat-tempat khusus, dimana keajaiban bisa terjadi.

Masjid Fathullah di UIN mungkin sekilas juga terlihat seperti itu, sepi dan membosankan. Dan Nanang Qosim Yusuf bertahun-tahun tinggal disana. Tidur, makan, belajar, istirahat, dan mengurus masjid itu. Terdengar sepi, tapi kenyataannya, jauh dari itu. Sangat jauh dari itu.

Ternyata masjid Fathullah begitu bercahaya dengan ilmu-ilmu yang hebat. Disanalah sering berkumpul banyak tokoh-tokoh intelektual Islam terbaik di negeri ini. Ada Prof. Dr. Quraish Shihab, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, Prof Komaruddin Hidayat, Anand Khrisna, bahkan (alm) Prof Nurcholish Madjid. Mereka adalah bintang-bintang cahaya kecerdasan bangsa ini.

Mereka berceramah dan berdiskusi dengan ramai, dan itu menjadi malam-malam yang sarat dengan ilmu, visi, dan inspirasi besar. Mereka berbincang-bincang tentang Tuhan, tentang hidup, dunia, dan bagaimana membuat seluruh umat manusia bisa hidup lebih baik di dunia ini.

Dan Naqoy, diantara pekerjaannya mencuci piring dan membersihkan lantai masjid, menyerap habis ilmu-ilmu besar dan dahsyat itu dengan intens, terus menerus selama bertahun-tahun. Ilmu-ilmu besar itu membuat mata pikiran dan mata hatinya terbuka. Visinya terbentuk dari akumulasi ide-ide spiritualisme terbesar di negeri ini.

Dan pada malam-malam yang indah dan ditaburi bintang, masjid yang hening itu menjadi tempat yang menyenangkan untuk mempertajam batin, pikiran, dan visi. Semangatnya besar karena dia telah belajar dari orang-orang besar, dan mempunyai ilmu layaknya orang-orang terbesar di negeri ini.

Selain berkontemplasi, dia juga membaca banyak buku yang semakin memperkaya ilmunya. Di malam-malam sepi dia mengalunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Lalu dia akan membaca buku-buku dari Kiai Mustofa Bisri, Kahlil Gibran, Anand Khrisna, sampai buku-buku manajemen diri modern dari Rhenald Kasali, Dale Carnegie, John C. Maxwell, David Schwartz, Stephen Covey, dan sebagainya.

Ilmu-ilmu besar itu sesungguhnya adalah anugerah dari Allah. Ilmu-ilmu universal tentang kedamaian hati, ketenangan jiwa, kedamaian, kebahagiaan, bahkan keunggulan dan sukses. Dalam keheningan masjid itu, intensitas pikirannya justru menjadi semakin kuat. Dalam kesepian, kadang pikiran manusia seringkali bekerja lebih keras. Dan pencerahan Naqoy menjadi lebih kuat, bahkan dari kebanyakan manusia-manusia lainnya.

Naqoy jauh lebih beruntung dari banyak mahasiswa di universitas-universitas terbaik di dunia. Mereka hanya sekali-kali bisa bersentuhan dengan pemikiran orang-orang besar. Dia juga jauh lebih beruntung, dari kebanyakan mahasiswa mampu dan bermobil yang lebih banyak menghabiskan waktu di shopping center dan kafe membicarakan hal-hal yang meaningless.

Ia yakin seluruh akumulasi ilmu yang telah dikumpulkannya itu bisa membawa pencerahan bagi banyak orang. Dan kalau dia bisa menyebarkan inspirasi-inspirasi besar itu, maka dia bisa menjadi manusia besar di mata Allah, yaitu manusia yang bermanfaat bagi banyak orang, mungkin ribuan orang, mungkin jutaan. Dan dunia, bisa menjadi tempat yang sedikit lebih baik. Kuncinya, adalah menemukan formulasi yang istimewa dan ringkas dari semua ilmu hebat itu.

Seorang manusia besar sedang dibentuk di masjid itu. Ilmu-ilmu para tokoh besar, dan waktu yang berlimpah untuk menginternalisasi dan mengembangkan ilmu-ilmu besar itu.

RUMUS UNIVERSAL KEBAHAGIAAN DAN KEUNGGULAN

Dan fisikawan terbesar Isaac Newton senang menyerap ilmu-ilmu para tokoh terbesar dunia. Lalu ia mencari tempat yang hening dan tenang biasanya di bawah pohon apel yang rindang, dan merenung disana berjam-jam. Imajinasinya melayang-layang tanpa ada batasnya.

Dan berkat ilmu yang unggul dan fokus yang intens, keajaiban pun terjadi. Newton menemukannya. Segala rahasia keajaiban alam semesta terbuka untuk Newton dan seluruh umat manusia. Langit dan alam raya menjadi terang benderang. Dan dunia memasuki jaman baru, jaman Kecerdasan dan Pencerahan.

Dan di masjid Fathullah yang hening itu, keajaiban pun terjadi. Naqoy menemukannya. Di tempat itu, ia menemukan pencerahan, menemukan rumus besarnya. Rumus yang sekarang telah menginspirasi puluhan ribu orang, dari mahasiswa, pengusaha, pejabat, sampai artis. Dia menemukan rahasia-rahasia hidup, rahasia ketenangan hati, rahasia keunggulan dan kebahagiaan manusia.

Seperti Newton yang di bawah pohon apel tiba-tiba menemukan rumus Gravitasi Universal. Einstein saat merenung di kantor hak patennya yang sepi dan menemukan Teori Relativitasnya. Atau seperti Nabi Muhammad, yang di malam-malam sepi merenung jauh di atas bukit di gua Hira, dan menemukan pencerahannya.

Rumus hasil perenungannya itu ia namakan “THE 7 AWARENESS”. Tujuh rumus besar untuk menemukan hidup yang lebih bermakna dan unggul. Semuanya adalah hasil dari keikhlasan.

Seperti keikhlasan seorang ayah yang membanting tulang sampai larut malam demi uang sekolah anaknya. Seperti keikhlasan seorang ibu yang membawa bayi dalam perutnya selama 9 bulan lamanya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Dan keikhlasan itu datang, karena cinta. Dan cinta itu adalah kekuatan besar yang bisa ditumbuhkan. Dan masa kebangkitan seorang manusia istimewa pun dimulai.

Ilmunya yang makin luas itupun mulai menarik banyak orang. Banyak yang membutuhkan tuntunan hidup, semangat dan motivasi untuk menjadi lebih baik. Ilmunya yang terus makin tinggi membuat orang-orang yang melihatnya pun tingkatnya bertambah tinggi. Ia lalu dipercaya untuk menjadi salahsatu pengurus ICNIS (Islamic Network for Islamic Scientist) yang diketuai Prof. Dr. Quraish Shihab dan Dr. Nazaruddin Umar. Ia bahkan juga diangkat jadi asisten dosen di UIN dan Universitas Paramadina.

Naik Ke Permukaan

April 2006, akhirnya salahsatu cita-cita besarnya terwujud. Ia menerbitkan buku pertamanya, “The 7 Awareness” yang diterbitkan penerbit terbesar di Indonesia, Gramedia.

Buku yang tajam dan luas, bahkan juga diulas di harian Kompas hari Minggu. Setelah itu, keistimewaannya tersebar luas kemana-mana. Ribuan orang membeli buku itu dan menjadi best seller dalam waktu singkat.

Bahkan, banyak orang-orang penting dan pengusaha melihat keunggulan spiritual dalam konsep ”The 7 Awareness” itu. Ilmu besar yang dibutuhkan bagi dirinya sendiri, maupun perusahaan mereka. Naqoy pun diundang untuk berbagai seminar dan training di banyak perusahaan. Nyaris sulit dipercaya, karena beberapa waktu lalu ia hanyalah seorang pemuda penjaga masjid.

Ia juga menyebarkan inspirasinya secara strategis lewat radio, SmartFM, yang mempunyai jaringan nasional. Disini ribuan orang bisa mendapatkan inspirasinya secara rutin tiap minggu. Majalah bisnis SWA pun mewawancarainya untuk rubrik ”Siapa Dia”.

Akhirnya ia sukses menjadi trainer spiritual dan motivasional di banyak perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan seperti Pertamina, Telkom, PLN, BRI, TransCorp, dan banyak lainnya. Bahkan sang diva KD, Krisdayanti pun mendengar training ini dan mengikutinya di tahun 2009 lalu.

Apa yang membuat Naqoy istimewa dibanding inspirator lain?
Naqoy menjadi istimewa, tidak hanya karena mempunyai ilmu-ilmu unggul yang diserapnya bertahun-tahun dari para manusia unggul, tapi karena dia telah menjalani hidup yang berat dan sukses melampauinya dengan gemilang. Dia telah menemukan ilmu keikhlasan yang nyaris sempurna. Ilmu yang membuatnya begitu kuat untuk terus belajar dan berjuang sampai mencapai titik kritis kesuksesannya. Hidupnya sendiri, adalah inspirasi.

Naqoy bersama Mendagri Gamawan Fauzi
Ia adalah penerima Bung Hatta Award atas kesuksesannya
memerangi korupsi di Solok

MENUJU 2010

Menjelang Lebaran 2009 kemarin, Naqoy mencapai tingkat kesuksesan berikutnya dengan mendapatkan Rekor MURI sebagai trainer dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 18.000 orang di Istora Senayan. Di penghujung tahun 2009 ini, dia juga baru saja meluncurkan buku keempatnya, ”Jejak-Jejak Makna Basrizal Koto”, salahatu pengusaha sukses yang acaranya juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan diberi pengantar oleh H.M Jusuf Kalla.

Sekarang bukunya yang akan terbit adalah ”OMA, One Minute Awareness” kumpulan cerita para tokoh yang menemukan momen-momen dalam perjalanan hidup mereka yang bisa menjadi pemicu untuk kesuksesan.

Banyak hal kita bisa pelajari dari Naqoy. Kalau sekarang anda sedang ditimpa kesulitan yang paling berat, Anda pikirkan ulang status anda. Apakah anda sedang diberi beban dan cobaan, atau Anda, sedang diberi kesempatan paling istimewa untuk merubah mindset anda dan bangkit.

Merubah dari hidup yang sesak dan membosankan, menjadi hidup baru yang penuh kebahagiaan dan keriangan. Kalau Anda masih belum menemukan caranya, mari kita belajar bersama-sama dari yang telah menemukannya. Hidup yang hebat mungkin telah menunggu Anda di tahun yang baru ini.

Last Updated ( Tuesday, 12 January 2010 20:08 )  

BUKU BARU

MOTIVASI NAQOY 21 Days To Be Transhuman
khantry design

TESTIMONI ALUMNI TRAINING



Get the Flash Player to see this player.

Latest Events

No current events.

TESTIMONI

Dinda Fitri Annisa: saya ikut training karena diajak oleh mama, dan ingin mendapatkan motivasi karena akhir2 ini semangat saya sedang down. Kesan di hari pertama mengikuti training itu “WOW” banget dan Pak Naqoy membuat saya lebih semangat lagi dalam menggapai impian. Untuk materi yang disampaikan, saya ingin melakukan perubahan dalam hidup saya, saya ingin berguna bagi orang tua, saudara saya dan semua orang, saya juga ingin menggapai cita-cita saya. Semoga tercapai… Amin Kesan mengikuti training selama 2 hari, semula Dinda datang kesini untuk liburan, tapi Dinda merasa ikut training The7Awareness rasanya liburan Dinda lebih bermakna, lebih bermanfaat daripada membuang-buang waktu. Dinda berharap, karena ini Dinda benar-benar berkomitmen untuk dapat menggapai impian Dinda, gak terhalang lagi dengan malas. Terimakasih kepada Pak Naqoy dan segenap kru The7Awareness, Dinda merasa harus bangkit dari keterpurukan. Rizka: Saya Diajak oleh mama untuk mengikuti training ini, kesan saya di hari pertama mengikuti training ini, saya sangat senang karena termotivasi dan mendapatkan banyak masukan dari pak Naqoy. Awalnya Ika sangat menolak untuk mengikuti training The7Awareness. Ika datang kesini, kemudian ika merasakan nikmatnya, merasakan kembali semangat yang seharusnya ada dari dahulu. Terimakasih Pak Naqoy atas motivasi-motivasinya, terimakasih untuk semua kru The7Awareness. Suryatina Ali : Saya datang dari Batusangkar khusus untuk mengikuti training The7Awareness bersama 2 orang putri saya. Insa Allah apa yang saya harapkan Allah akan meridhai, bisa sebagai tujuan dari hidup saya. Terimakasih. Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT. Mengikuti training membawa kami sekeluarga lebih tenang, dan ini akan kami terapkan apa yang kami dapat. Mudah-mudahan, anak-anak yang saya cintai, yang menjadi tumpuan hidup saya menjadi anak-anak yang soleha. Hambali Abas Saya senang dan bangga bisa bertemu dengan pak Naqoy dalam training The7Awareness, saya merubah suatu konsep yang buruk menjadi lebih baik. Insa Allah hari ini saya siap menjadi melangkah dari Good menjadi Great. Yang paling berkesan dari apa yang disampaikan oleh pak Naqoy adalah yang sifatnya realistis dan sunnatullah dan semua orang bisa melakukannya tidak sulit. Ini sesuatu yang berharga. Wenny Trisnawati (Alumni Angkatan 64) Pertama kali saya melihat Pak Naqoy, itu pada saat acara sabtu subuh dengan Ust. Arifin Ilham, diacara itu saya sangat tertarik sekali dengan penjelasan beliau, kemudian saya mencari informasi tentang pak Naqoy, dan saya mulai membeli bukunya, setelah membaca buku tersebut saya sangat tertarik sekali untuk mengikuti training The7Awareness. Dan setelah saya mengikuti training The7Awareness selama 3 hari… Subhanallah, banyak sekali merubah mindset saya, dari yang tidak Percaya Diri menjadi Percaya Diri, kemudian pikiran dan hati saya sangat terbuka sekali setelah mengikuti training ini. Dalam melaksanakan materi kekuatan afirmasi, perasaan saya menjadi sangat tenang “Plong”. Saya sangat merekomendasikan untuk keluarga, kakak dan adik saya, suami dan anak-anak saya untuk mengikuti training The7Awareness ini. Pipit Pitriani (Alumni Angkatan 64) Sebelumnya saya belum pernah mengenal training The7Awareness, saya merasa agak pesimis tentang training ini. Tetapi setelah mengikuti training ini pada hari pertama, pemikiran saya terbuka dan ikhlas untuk menghadapi masalah. Dan training ini sangat cocok bagi anda para Galauers untuk mengikuti training ini. Saya sangat merekomendasikan training ini kepada siapa pun yang berada di Indonesia maupun luar Indonesia. Sumayah (Alumni Angkatan 64) Saya mengikuti training ini untuk membentuk semua keinginan saya sudah lama terbentuk dan saya ingin bangkit lagi. Dan setelah saya mengikuti training The7Awareness, saya mampu dan saya pasti bisa mewujudkan semua impian saya. Menurut saya training ini sangat saya rekomendasikan kepada teman saya, keluarga tercinta saya dan orang-orang di sekitar saya. Dewi (Alumni Angkatan 64) Untuk hari pertama di training The7Awareness, saya nangis habis-habisan, dapat mengingat kembali orang tua dalam sebuah moment yang sangat penting. Mengenai kekuatan afirmasi, serasa membersihkan karat-karat kebencian dan mungkin Allah tidak Ridhoi. Dalam Hari terakhir adalah terapi ke ikhlasan, ini adalah nangis yang paling lega saya bisa keluarkan seumur hidup saya. Terimakasih Pak Naqoy dan para Kru The7Awareness, Mudah-mudahan kita semuanya menjadi pribadi yang DiAtasRataRata Fawas (Alumni Angkatan 64) Saya kesini diajak oleh Kakak saya, awalnya Kakak saya mengatakan ingin mengajak saya untuk ke tempat yang sangat special. Kesan-kesan saya mengikuti training ini adalah saya menjadi percaya diri, lebih saya kepada ke dua orang tua dan pastinya saya akan berubah. Rudi (Alumni Angkatan 64) Setelah mengikuti training The7Awareness pada hari pertama, saya merasa berubah, mendapatkan sahabat yang baru, segala sesuatunya diluar sana kita selalu berpandangan secara negative, disini kita terus diajak untuk berfikir secara positif. Setelah mengikuti training ini merupakan suatu pencerahan. Tidak ada training yang bagus selain mengikuti training The7Awareness. Harapan saya adalah semakin banyaknya orang-orang di Indonesia mengikuti training ini agar Indonesia menjadi Great. Joni (Ketua Alumni Angkatan 64) Awal saya mengikuti training ini agak sedikit pesimis. Karena saya sudah mengikuti berbagai macam training. Namun training The7Awareness adalah training yang lebih menggugah ke hati, mencoba merubah cara pandang hidup kita tentang masalah yang kita hadapi. Salah satu contohnya adalah ketika kita jatuh kita bisa bangkit lagi. Ahmad Suryatin (Alumni Angkatan 48) Saya telah mengikuti training The7Awareness sebanyak dua kali… pertama pada angkatan 48 dan yang kedua pada angkatan 64. Alhamdulillah setelah mengikuti training pada angkatan 48 Afirmasi saya di kabulkan oleh Allah. Pertama saya ingin sekali naik Haji dan mempunyai mobil. Alhamdulillah semuanya telah saya miliki. Doakan semoga saya sukses dalam menjalani afirmasi yang saya lakukan. Ismawati (Alumni Angkatan 64) Setelah saya mengikuti semua training The7Awareness ini, saya merasa puas, dan saya ingin berubah, ingin percaya diri lagi dengan semua orang. Disini saya mempunyai sahabat-sahabat baru yang sangat hebat. Semoga Allah mengabulkan semua cita-cita kita menjadi orang yang sukses DiAtasRataRata Yossi (Alumni Angkatan 64) Training ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa bisa hadir bersama-sama dengan pak Nanang Qosim Yusuf. Hari ini saya menemukan OMA yang menginspirasi banyak hal, saat saya melihat orang tua melalui alam pikiran saya, saya mulai kembali tersaadar, bahwa apa yang saya lakukan hingga saaat ini adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya lakukan. Dan Pak Naqoy telah membukakan pintu OMA kepada saya dan seluruh peserta dan ini sangat luar biasa, bukan hanya untuk hari ini tetapi sampai kita menutup mata. Terimakasih Pak Naqoy… Sukses selalu untuk Pak Naqoy. Santi Afiana, Saya sangat berterimakasih kepada bapak Naqoy dan seluruh penyelenggara acara Training OMA ini. Alhamdulillah, Dengan OMA, saya benar2 mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, jalan pikiran saya terbuka kembali, hati saya terasa lebih tenang dan lebih segar lagi, saya lebih fresh lagi, dan Ini seperti peralihan dari masa jahiliya saya kemarin. Terimakasih Bapak Naqoy, ini benar-benar GREAT…! Gungun, saya mengikuti training ini sangat senang, terimakasih kepada Pak Naqoy, semoga training2 nya dapat mengubah kita menjadi insan yang lebih baik dan berguna untuk bangsa. Linda Susilawatai, Alhamdulillah setelah mengikuti training ini saya menyadari sekali bahwa OMA bila kita hayati ke dalam hati, akan banyak aura-aura positif yang menghampiri kita dengan pantulan-pantulan yang kita ucapkan secara positif. Trimaryani, Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa, hari ini kami baru menyadari bahwa energy positif yang di pancarkan kepada kita itu membuat apa-apa yang kita impikan itu menjadi nyata melalui GREAT (Giat Rencana Evaluasi Action Terbuka). Insa Allah setelah mengikti training ini saya dari manusia biasa menjadi manusia yang luar biasa. Emilia (Alumni Angkatan 63) Ini merupakan pengalaman saya yang pertama seumur hidup. Saya berharap bahwa kita semua menjadi pribadi2 yang luar biasa yang mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi. Saya juga sangat berharap agar training ini dapat di ikuti untuk generasi yang lebih muda. Terimakasih Pak Naqoy dan seluruh kru yang bertugas. Yayuk (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada Suami saya dan Pak Naqoy, Mudah-mudah setelah mengikuti training ini, saya dapat menerapkan semua ilmu-ilmunya. Elfiyati (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada Pak Naqoy yang telah mengajarkan banyak ilmu kepada saya dan terimaskih kepada semua Kru, saya pasti akan berusaha untuk menjadi manusia di atas rata-rata Adhieb (Alumni Angkatan 63) Jadi Alhamdulillah, berkat komunikasi BBM saya mendapatkan semua ilmu yang telah pak Naqoy berikan dalam training ini. Untuk kedepannya saya akan membuang semua sifat-sifat jelek saya dan sukses menjadi manusia DiAtasRataRata. Ilhammi Gani (Alumni Angkatan 63) Terimakasih kepada pak Naqoy… Dan Pastinya ini menjadi moment yang sangat luar biasa buat saya, kali pertama bagi saya mengikuti sebuah training yang sangat megah bagi saya. Saya pasti dapat menjadi manusia DiAtasRataRata. Harapan saya, semua orang di Indonesia baik itu pejabat maupun orang yang kehidupan ekonominya sangat minim dapat mengikuti training ini agar dapat menbangun Negara Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi. Pertama-tama saya perhatikan di dalam penyampaian materi ada beberapa hal yang sama dengan training-training yang lain. Namun, setelah saya pelajari ternyata ini beda dengan training yang lain, yang sangat membedakan adalah materi OMA dan Ikhlas. Dibeberapa sesi saya kurang bisa mengikuti dengan baik, saya susah sekali untuk menangis padahal saya ingin sekali untuk menangis. Terima kasih T7A, saya lebih bisa melihat siapa diri saya, saya menyadari OMA saya serta belajar tentang arti keikhlasan dalam kehidupan saya. ~Andi Kahar~ (KEMENKEU JAKARTA) Training ini sangat bagus untuk mendorong pertumbuhan diri, training ini seperti shock therapy untuk orang-orang yang merasa terlalu nyaman dengan diri dan segala kekurangannya. Baik materi dan simulasi semuanya tepat sasaran, sangat menstimulasi self reflection evaluation sehingga bisa memulai perbaikan diri. Setelah mengikuti training ini saya merasakan banyak perubahan dan yang saya dapatkan dari training ini adalah kesadaran pikiran, keikhlasan dan kesuksesan untuk pribadi saya. ~Terdi Selidevi Silalahi~ (KEMENKEU JAKARTA) Alhamdulillah, saya terbebas dari rokok. Subhanallah, akhirnya sampai saat ini saya terbebas dari kebiasaan merokok. Cerita awalnya cukup berliku, campur aduk sampai saya sendiri tidak tahu pengaruh mana yang memiliki andil besar sampai akhirnya saya benar-benar terbebas dari kebiasaan merokok. Namun, paling tidak saya akan membuat list yang “mempengaruhi” saya untuk terbebas dari kebiasaan merokok, antara lain: 1. Saya mencatat afirmasi saat mengikuti training The 7 Awareness sebagai berikut: Saya terbebas dari rokok tahun 2012. (Di Purwakarta) 2. Kedua anak saya, Tarisya Nariswari dan Audrie Faiza Maheswari selalu mencibir saya setiap saya sedang atau habis merokok. Cibirannya seperti ini: Hiii, papa habis merokok, baunya tidak enak, saya tidak mau dekat papa. 3. Istri saya setiap mau tidur pada malam hari tidak nyaman dengan perkataan seperti ini:waduh, papa bau rokok, kepala mama pusing. 4. Sahabat saya selalu mengingatkan via sms bahaya merokok dan selalu menyuruh saya berhenti merokok. 5. Atasan saya bilang dengan ungkapan yang sama dengan istri saya pada saat saya menghadap. 6. Di kantor diterapkan aturan dilarang merokok. Dari 6 list pengaruh di atas. Awal ceritanya dimulai pada tanggal 30 Maret 2012. Hari Jum’at, 30 Maret 2012 kami melakukan olah raga kesegaran jasmani, saya senam di barisan paling belakang. Di situ kebetulan kolega saya yang dulunya menjadi “sparing partner” dalam setiap rapat, Bapak Niti Suwito, member saya sebuah permen merk Fresh Maker. Permen yang cukup kuat rasanya bagi orang yang memiliki kebiasaan merokok. Siang harinya, saya merasa dada agak tidak enak, dahak sering dikeluarkan. Dan pada malam hari rasanya semakin tidak nyaman. Namun, satu dua batang sampoerna mild masih coba saya hisap. Semakin larut malam, rasa sampoerna mild sudah semakin tidak enak. Keesokan hari, saya masih mencoba menghisab sebatang, namun lagi-lagi bukan nikmat yang kudapat, tapi rasa tidak enak. Saya langsung ingat teman saya, Bapak Heru Budiarso yang dulu sempat menawari saya untuk mengantar jika saya mau nggurah. Kutelpunlah Pak Heru, dan dengan suara khasnya yang renyah dan ringan tangan, dia bilang” Bapak, mau kapan ke sana, saya antar”. Dan tanpa piker panjang, malam hari itu kita berdua pergi ke tempat nggurah itu, Imogiri – Jawa Tengah. Perjalanan yang menyenangkan dengan syarat cerita sudah kita lalui*. Dan…… Sekarang, saya terbebas dari kebiasaan merokok……dari mana datangnya niat itu, saya sendiri juga tidak tahu pastinya, yang jelas, saya ikuti saja kemana hati ini membawa saya kea rah mana. Yang jelas, saya berterimakasih kepada semuanya atas kondisi saya sekarang ini. khususnya kepada orang-orang yang cerewet dengan omelan yang menyakitkan* pada waktu itu…….coba kalau kalian tidak cerewet?? Mungkin saya belum berhenti merokok….he he he he. Hore, sekarang saya mau bulutangkis dulu. sampai jumpa lagi. Salam, Edy Muktasim Billah ===================================

Designed by eTDS TechnoSys
Click here to donate

Direct contact

Dewi
Send a message via Yahoo to Dewi Send a message via Skype to Dewi
Telephone number of Dewi 081905666479
Nanda
Send a message via Yahoo to Nanda
Telephone number of Nanda 021 - 75872807

JUMLAH PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday161
mod_vvisit_counterYesterday219
mod_vvisit_counterThis week1360
mod_vvisit_counterThis month4423
mod_vvisit_counterAll208815
Symbol
The 7 Awareness